Menyesatkan, Cina Tagih Utang Pemerintah Indonesia karena Tahu Anies Baswedan Semakin Terkenal Secara Internasional

Dipublikasikan pada : 18 Jun 2023, Dibaca : 0 Kali

Ringkasan

Video yang beredar itu sesungguhnya milik media asal India bernama WION yang mengulas perekonomian Cina dan utang-piutangnya, tanpa menyinggung Anies Baswedan. Selain itu, pemerintah Indonesia menyatakan membangun IKN dengan tujuan memajukan ekonomi, terutama di wilayah Indonesia timur, serta berusaha melibatkan negara-negara lain selain Cina.

Menyesatkan, Cina Tagih Utang Pemerintah Indonesia karena Tahu Anies Baswedan Semakin Terkenal Secara Internasional

Sebuah video beredar melalui WhatsApp dan mengklaim pemerintah Cina menagih utang pada Indonesia karena bakal calon presiden Indonesia, Anies Baswedan, semakin terkenal secara internasional. Konten yang sama juga beredar di Facebook.

Dalam keterangan yang disertakan, pemerintah Cina memberikan pilihan pada Indonesia untuk membayar utang itu dengan uang atau memperbolehkan 200 juta warga Cina tinggal permanen di wilayah Indonesia, terutama Kalimantan.

Benarkah klaim-klaim itu?

PEMERIKSAAN FAKTA

Tempo memverifikasi klaim-klaim itu dengan memeriksa detail video tersebut dan mencari sumbernya menggunakan mesin pencari Google. Video dengan format berita yang beredar tersebut memiliki logo bertuliskan WION dan isinya mengulas utang-piutang Cina.

Ditemukan sebuah video di saluran YouTube WION unggahan tanggal 20 Oktober 2021, yang mirip dengan video yang beredar tersebut. WION memperkenalkan diri sebagai media asal New Delhi, India.

Video yang dipublikasikan media WION tersebut tidak menyatakan Cina menagih utang pada Indonesia maupun membahas Anies Baswedan. Termasuk tidak ada keterangan bahwa pemerintah Cina memberikan pilihan pada Indonesia untuk membayar utang itu dengan uang atau memperbolehkan 200 juta warga Cina tinggal permanen di wilayah Indonesia, terutama Kalimantan.

Video tersebut sebenarnya mengulas kondisi perekonomian Cina yang terdampak oleh pandemi Covid-19 dan memiliki utang ke luar negeri, serta potensi dampaknya pada negara-negara yang berutang pada mereka, termasuk Indonesia.

Dalam video aslinya, WION mengatakan perekonomian Cina semakin tertekan pasca pandemi sehingga menambah utang ke luar negeri. Kondisi yang memburuk itu diyakini akan berdampak negatif pada 165 negara yang mereka berikan utang, termasuk Indonesia. Apalagi utang yang berkaitan dengan Cina itu banyak yang dirahasiakan alias tidak tercatat di pembukuan negara Cina, Bank Dunia dan Dana Moneter Internasional (IMF).

Di sisi lain dalam video publikasi, Menteri Keuangan (Menkeu) Indonesia Sri Mulyani Indrawati mengatakan bahwa utang luar negeri (ULN) Indonesia selalu berhasil dibayar sebelum melewati batas tempo pembayaran. Bank Indonesia (BI) juga menilai ULN Indonesia selama April 2023 dalam kondisi terkendali.

KESIMPULAN

Verifikasi Tempo menyimpulkan bahwa klaim yang mengatakan Cina menagih utang Indonesia karena tahu Anies Baswedan semakin terkenal secara internasional adalah menyesatkan.

Video yang beredar itu sesungguhnya milik media asal India bernama WION yang mengulas perekonomian Cina dan utang-piutangnya, tanpa menyinggung Anies Baswedan. Selain itu, pemerintah Indonesia menyatakan membangun IKN dengan tujuan memajukan ekonomi, terutama di wilayah Indonesia timur, serta berusaha melibatkan negara-negara lain selain Cina.

TIM CEK FAKTA TEMPO

**Punya informasi atau klaim yang ingin Anda cek faktanya? Hubungi ChatBot kami. Anda juga bisa melayangkan kritik, keberatan, atau masukan untuk artikel Cek Fakta ini melalui email cekfakta@tempo.co.id